§ Ringkasan
Arsip pribadi yang bisa dicari pakai bahasa sehari-hari. Simpan foto atau beberapa kata tentang harimu, lalu bertahun-tahun kemudian temukan lagi cukup dengan bertanya seingatnya. Pencarian seperti "tarian yang gue lihat waktu di Bali" tetap menemukan cerita yang tepat, meski kedua kata itu tidak pernah ditulis. Aplikasi iOS native dengan API Python di belakangnya, plus chat AI yang hanya menjawab dari cerita milikmu sendiri dan menyebutkan setiap cerita yang dipakainya.
§ Fitur utama
- 01Simpan cerita dalam hitungan detik: foto, beberapa kata, atau keduanya
- 02Pencarian semantik dengan bahasa sehari-hari, jadi cerita tetap ketemu tanpa perlu ingat kata persisnya
- 03Vision model menulis keterangan yang netral, membaca teks di dalam foto, dan memberi tag, sehingga foto tanpa catatan sama sekali pun tetap bisa ditemukan
- 04Tanya langsung ke cerita-ceritamu: chat AI yang hanya menjawab dari arsipmu sendiri dan menyebutkan cerita di balik setiap jawabannya
- 05Cerita yang saling berkaitan terhubung dengan sendirinya
- 06Tampilan jurnal untuk semua yang sudah disimpan, plus langganan Plus lewat RevenueCat
§ Tantangan & solusi
Ukuran keberhasilannya adalah ketemu kembali, bukan AI-nya: momen ketika seseorang mengetik pertanyaan samar tentang sesuatu yang dia lupa pernah simpan, lalu hasilnya muncul. Setiap keputusan teknis diukur dari situ. Pencarian, embedding, dan pencocokan kata berjalan bersamaan dalam satu query ke Postgres dengan pgvector, sehingga data relasional, vektor, dan full text cukup di satu database tanpa vector store terpisah. Di fitur chat, model yang mengutip sebuah cerita itu baru permintaan, bukan jaminan. Karena itu setiap kutipan dicocokkan dengan apa yang benar-benar diambil dari arsip, dan jawaban yang tidak menyisakan satu kutipan pun dibuang. Sebelum aplikasinya dibangun, produk ini harus lolos uji 30 hari dulu sebagai bot Telegram yang saya pakai sendiri setiap hari.